Jika menentukan bentuk fisik kita
saja tidak bisa, apalagi menentukan takdir kita. Hanya Allahlah yang berhak
menentukan kelahiran manusia, lingkungannya, keluarganya, serta pengalaman yang
akan ia dapatkan dalam hidupnya. Allah pulalah yang mengilhami kita kebijakan
dan kebaikan.
Iman kita bahkan tidak bergantung
pada karakter kita sendiri. Allah pulalah Yang Maha Esa yang memberikan kita
keimanan. Dialah yang mengarahkan, mengajarkan, dan melatih, sebagaimana
jawaban Musa a.s. atas pertanyaan Firaun, “Musa berkata, ‘Tuhan kami ialah
(Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya,
kemudian memberinya petunjuk.’” (Thaahaa: 50)





