Mengingat
harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh
karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang
kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat
Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.
''Pak
Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari
saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup.
Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,'' keluh si
pemuda.
''Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu.
Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!'' Jawab sang
kiai.
''Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba
naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana
saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?''
''Ya tentu saja tetap dari Allah,
pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah
beribadah.''
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
Penulis: Grifingga Shintamaya Putri (grifinggasp@hotmail.com)
Hidup itu indah
Jika Allah selalu di hati
Karena Allah...
Membaguskan
yang buruk
Menyembuhkan yang sakit
Melapangkan yang sempit
Mengayakan
yang miskin
Meringankan yang berat
Hingga hidup menjadi indah
Seindah
ciptaanNya..



