Dia larut dalam samudera ayat Ilahi. Pada setiap ayat-ayat azab, tubuhnya bergetar. Air matanya mengalir. Neraka bagaikan menyala-nyala di hadapannya. Dan pada ayat-ayat nikmat dan syurga, embun sejuk dari langit terasa bagai menyelimuti sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangian yang suci dari syurga.
"fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha, qad aflaha man zakkaaha, wa qad khaaba man dassaaha..."
(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya...)
"Ilahi, kasihanilah hambaMu yang lemah ini. Engkau Maha Tahu atas apa yang menimpa diriku. Daku tidak ingin kehilangan cintaMu. Ya Ilahi, berilah padaku kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang memekar di dalam hatiku. Tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Inna solati wa nusuki wa mahyaya wa mamati Lillahirabbil-'Alameen."
***
Dengan penuh khusyu' hati menghadap Allah. Kedua tanganya menengadah ke langit. Dari kedua bibirnya bergetar sebuah doa yang diajarkan dan diucapkan oleh Baginda saw,
"Allaahumma inna nas aluka ridhaaka wal jannah, wa na'udzubika min sakhatika wannaar..amiin" (Ya Allah, kami memohon redhaMu dan syurga, dan kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan dari neraka. Amiin)
"Ya Allah, kurniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqamahan berada dalam jalanMu. Kurniakan kami husnul khatimah ya Allah. Amiin, ya Rabbal "Alamiin".
"Ya Allah, tetapkanlah hati kami teguh pada agamaMu, kurniakanlah pada kami kesucian niat yang akan membawa kami pada kebajikan-kebajikan dan amal yang Engkau ridhai. Amiin. Ya Rabbal 'Alamiin."
"Inni akhaafu in 'ashaitu Rabbi adzaaba yaumin 'adheem" Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabbku (Az-Zumar: 13)
Berkali-kali ayat itu diulang tiada henti. Hatinya bergetar. Tubuhnya bergoncang dan titisan mutiara itu berguguran sepenuh pengharapan. Ya Allah berikanlah aku mata yang bisa menitiskan embun pelepas dahaga di padang makhsyar. Berikanlah aku mata yang bisa menitiskan pemadam lautan api neraka.



