By. Mawar_WS
Kau menyayangiku, itu sering kau ungkapkan. Bahkan orang-orang yang mengenal
kita tahu bahwa kita saling menyintai, saling menyayangi. Tak jarang orang salah
kaprah melihat kebersamaan kita. Kau dikira ade kandungku dan orang mengiraku
kakak kandungmu. Padahal kita tak pernah tatap muka sekalipun. Andai mereka
memahami, bahwa kita lebih dari sekedar kata “Kandung”. Kita adalah sodara
seaqidah dimana persaudaraan seperti ini akan lebih terasa indah dan bermanfaat
dibandingkan kata “kandung”, mungkin juga karena miskinnya kita menerapkan rasa
kasih dan sayang serta cinta pada keluarga sendiri.
Adeku sayang,
menjauhlah dari hidupku! Kalau kau TERLALU menyayangiku. Mba tak lagi ingin
mendekat denganmu sayang. Mengapa ? Satu jawaban yang pasti, “Mba takut Alloh
cemburu dan menjauh darimu!” Ade mengertikan apa yang mba maksud ?
“Mba
sayang sama ade, karena itu mba ungkapkan hal ini. Mba lebih rela, ade menjauh
dari mba, daripada ade dijauhi oleh Alloh. Bukankah cinta yang TERLALU itu
mestinya ditujukan pada DIA ? Bukan pada mba, sayang. Bukan tidak boleh ade
menyayangi mba. Saling menyayangi terhadap sesama sangat dianjurkan, bahkan
Alloh menempatkan posisi yang lumayan tinggi bagi hambanya yang mampu bercinta
dengan sebaik-baiknya hanya karenaNYA. Ade ingat kan, klo Alloh juga tidak
menyukai hal-hal yang berlebihan, sayang.”
“Cup cup cup sayang, hapus
air matamu. Tersenyumlah. Mulailah putar haluan. Mari kita sederhanakan cinta
kita, agar bener-bener kita rasakan cinta karenaNYA semata. Hingga kita bisa
melangkah bersama dalam manisnya Islam. Mba sayang ade dan tak ingin ade
menjauh, menjauh dari Alloh dan dari mba juga andai kita mampu menyederhanakan
cinta kita.
Belajarlah untuk TEGA. Tega menjauh dari mba selama kata
TERLALU sayang pada mba masih melekat dihatimu. Yuk.. kita belajar mencintai
lebih baik lagi setiap hari. Inget janji kita dulu, tak akan membuat Alloh
cemburu. Agar kita sama-sama mendapat kaplingan tempat di tempatNYA kelak. Hanya
karena Alloh kita bertemu.”
(Karang Mumus, 3 Juni 2002, 13.23 wite,
Sepenggal Kenangan).



