twitter


RASULULLAH adalah figur pribadi yang paling murah senyum di tengah-tengah para sahabat beliau. Beliau bahkan menjadikan senyum sebagai ajaran agama untuk melakukan penghambaan kepada Allah SWT.

Senyummu di hadapan saudara (seagama)-mu adalah sedekah.

Orang yang menelusuri perjalanan kehidupan Nabi SAW. akan menemukan bahwa beliau terkadang bercanda dan melontarkan humor. Tentu saja iu wajar, sesuai dengan kapasitas beliau sebagai figur yang menjadi rahmat yang dianugerahkan Allah kepada segenap manusia. Tentang beliau, Allah SWT. berfirman:

"Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran: 159)



Beliau diutus sebagai rahmat bagi segenap alam. Dan manusia yang paling berhak mendapat rahmat ini adalah keluarga dan kerabat beliau, orang-orang yang beliau cintai dan para sahabat beliau. Pribadi dan penampilan beliau yang suci dan rapi selalu dihiasi senyum yang hangat dan menyenangkan. Jika seseorang bertemu beliau, mereka langsung terpesona. Jiwa mereka pun segera tertambat total kepada beliau. Ruh mereka juga terjerat dalam simpati dengan kepribadian beliau.

Senyum beliau yang bagai embun di wajah memancarkan cahaya melebihi matahari, kening yang cerah melebihi purnama, mulut yang beraroma lebih semerbak dari wewangian, akhlak yang lebih lembut dari bunga, dan cinta yang lebih sejuk dari semilir angin. Hanya kebenaran yang keluar dari mulut beliau. Karena itu, dalam jiwa sahabat, humor beliau sekalipun adalah terasa lembut dari belaian tangan seorang ayah yang penyayang di kepala anaknya yang masih bayi.

Beliau senantiasa menyampaikan humor kepada para sahabat, sehingga menumbuhkan semangat dalam jiwa mereka, menciptakan keluasan dalam dada mereka, dan membuat wajah-wajah mereka ceria. Karena kesan itu, para sahabat sampai tidak punya harapan apa-apa tentang dunia dan segala isinya ketika sedang dalam satu majelis dengan beliau. Bahkan, saat mendengar sabda-sabda beliau, mereka tidak lagi menginginkan kekayaan apa pun, karena sabda beliau telah memberikan ketenangan luar biasa melebihi segalanya.

Jarir bin Abdullah al-Bujali mengatakan: "Setiap kali saya menjumpai Nabi Saw., pasti beliau tersenyum." Jarir bangga dengan anugerah ini serta mengumumkan kedermawanan beliau. Senyum yang cerah, hangat, dan tulus Nabi Saw., bagi Jarir, lebih berharga dari seluruh angan-angan.

Ketika beliau tersenyum di hadapannya, itu cukup baginya. Senyum itu telah cukup untuk memenuhi jiwanya dengan kebaikan, kasih sayang, dan kelembutan. Jangan Anda kira itu sebagai sesuatu yang biasa atau sesuatu yang mudah didapat. Karena, Anda tidak terlibat dalam kejadian itu dan tidak mengalami sendiri kejadiannya.

Rasulullah Saw. hadir dengan senyum dan candanya secara seimbang, antara orang yang biasa bermuka masam dengan orang yang suka tertawa dan berkelakar. Nabi Saw. pernah tertawa dalam beberapa kesempatan, sehingga gigi geraham beliau nampak terlihat. Namun, beliau tidak tenggelam dalam tawa yang terbahak-bahak hingga tubuhnya terguncang-guncang, miring-miring, atau bagian atas mulutnya kelihatan. Dalam sebuah hadits yang shahih, beliau bersabda:

"Janganlah kalian nampak banyak tertawa karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati."


.......bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

Komentarlah dengan Bijaksana

Bookmarks