twitter


Exsistensi Rohaniah Manusia Hanya Dapat Berkembang Baik Dalam Kehidupan Bermasyarakat Secara Ilmiah Ilahiah

Dalil: Surat Al-Mu'minun, ayat 52:
"Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan aku adalah Tuhanmu maka bertaqwalah kepadaKu."

Dalil, Hadits Rasulullah, Muhammad s.a.w.:
"Tiap-tiap anak yang dilahirkan, dalam fithrah (suci bersih), sehingga dia pandai berkata-kata, maka ibu-bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi."

Anak-anak manusia yang dipelihara serigala, atau orang hutan sejak bayi secara jasadiah dapat berkembang dan menjadi besar. Akan tetapi secara rohaniah dia tidak berkembang menjadi manusia. Sistem fikir dan akhlaknya tidak berkembang. Sebagai anak manusia dia memang tetap mempunyai otak dan hati. Otak yang dimilikinya itu secara jasadiah, dalam pengertian gumpalan darah dan daging tetap bertumbuh. Tetapi otak sebagai perlengkapan untuk berfikir tidak berfungsi.


Sebuah Cerpen Karya Emha Ainun Najib

Dipublikasi pada Friday, 17 September 2004 oleh ephi

Di Zawiyyah Sebuah Masjid Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.
Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren.
"Agar manusia di muka bumi ini memiliki alat dan cara untuk selamat kembali ke Tuhannya," berkata Pak Kiai kepada santri pertama, "apa yang Allah berikan kepada manusia selain alam dan diri manusia sendiri?"
"Agama," jawab santri pertama.
"Berapa jumlahnya?"
"Satu."
"Tidak dua atau tiga?"
"Allah tak pernah menyebut agama atau nama agama selain yang satu itu, sebab memang mustahil dan mubazir bagi Allah yang tunggal untuk memberikan lebih dari satu macam tuntunan."

Bookmarks