twitter


Palestina...
Bumi yang senantiasa di hati...
Semoga bisa diri ini pergi...
Semoga bisa diri ini merasakan...
Jihad & syahid di bumi suci...
Amin...

Apa kabar iman di hati dinda? Sebagai sayap kiri perjuangan, Dinda lebih memaklumi kesibukan abang, bukan? Bersama Aman Palestin, abang semaikan jihad berkorban dalam jihad yang paling dalam.

Istilah penat dan mengharapkan istirahat terpaksa abang abaikan. Bukankah dunia sebagai tempat pertempuran karena istirahat yang sebenarnya akan kita temui di Jannah kelak? Kamar syurga sedang menanti, ya dinda.

Apa khabar mujahid dan mujahidah muda? Abang rindukan kalian. Namun perjuangan yang ada masih bersisa dan perlu dilunaskan. Bisikkan di cuping telinga merasa bait-bait perjuangan agar mereka mengertinya. Kabarkan mereka arti sebuah perjuangan yang memerlukan pengorbanan yang tiada taranya.

Misi terus menanti di sini. Saudara-saudara seislam kita di kamp pelarian ini amat memerlukan perhatian dan pertolongan yang tiada henti. Malangnya isu Palestina ini kurang mendapat perhatian saudara seislam. Terlalu jauh ungkapan akrab dalam diri setiap Muslim terhadap isu ini.

Jika hati bergetar karena isu ini, cukuplah masa yang dipanggil menit untuk menyisihkan isu ini dari benak. Andai jantung berdegup kencang bila terdengar tangisan saudara seislam di sini, renungannya hanya seketika.

Tidak pernah terdengar isakan andai butir-butir air mata mengalir. Cukuplah kesaatan untuk melukiskan apa yang dipanggil sebagai keinsafan.

Gema wahyu dalam surah al-Isra' ayat pertama mengungkapkan:

"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambanya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa."

Hebatnya masjid ini tiada duanya, tiada tiganya dan tiada seterusnya karena namanya saja telah diungkapkan sendiri oleh Allah dalam kalamNya.

Namun telah bertahun bumi ini berdarah. Sadis sekali Yahudi Laknatullah memperlakukan bumi ini. Mereka begitu menginginkan Palestina karena lokasinya yang terletak di tengah-tengah dunia Islam.

Palestina ibarat badan seekor burung, kedua sayapnya adalah dunia Islam. Menjajahnya kiranya menaklukan dunia Islam. Namun umat Islam sedunia seolah-olah tidak mengetahui fakta ini.

Kau tahu dinda apa yang dikatakan oleh Yahudi Laknatullah itu dalam petikan Talmud?

Israel bertanya kepada Tuhannya: Mengapa Engkau ciptakan makhluk selain bangsa pilihanmu (Yahudi)?

Kau tahu Dinda apa jawaban yang diberikan oleh Tuhan dalam kitab Taurat yang telah diubah itu?

Konon Tuhan menjawab: Supaya kamu menaiki belakang (punggung) mereka, menghisap darah mereka, membakar yang baik, mencemari yang suci dan menghancurkan segala yang dibangun.

Buat pengetahuanmu, doktrin ini disuntik dalam benak setiap Yahudi, tidak peduli dari kalangan kanak-kanak maupun orang tua yang mulai dijangkiti penyakit Alzheirmer dan pikun. Membunuh bukanlah suatu dosa! Menghancurkan sebuah bangunan adalah pahala bagi mereka!

Ingin abang kabarkan sesuatu pada dirimu yang cukup membuat abang tersentak. Abang telah menemukan beberapa mayat yang keadaannya cukup mengerikan sewaktu abang membantu misi kemanusiaan di sini.

Jantung, hati dan dua ginjal mayat-mayat tersebut telah dicuri. Ya, satu nyawa rakyat Palestina digunakan untuk menyambung nyawa empat orang Yahudi Laknatullah! Dapat kau gambarkan betapa kejamnya mereka? Dan itu bukan hanya satu, bahkan ribuan nyawa telah diperlakukan seperti itu.

Semuanya karena doktrin yang telah disuntik oleh petikan Talmud itu. Malah pembunuhan yang ngeri sebegini adalah pahala buat mereka. Ajaran-ajaran dalam kitab Talmud membuatkan orang Yahudi menganggap bangsa lain adalah lebih rendah dari hewan dan lebih hina dari anjing.

Dinda, sematkan kalimah-kalimah dan bait-bait ini dalam dirimu. Seandainya mereka berpegang pada Taurat yang telah diubah itu maka sewajarnya kita perlu memerangi mereka dengan Al-Quran.

Apabila ajaran Talmud disanjung oleh mereka, maka menjadi tanggungjawab kita untuk berpegang pada Bukhari dan Muslim. Sekiranya hari Sabtu menjadi hari kebesaran mereka, bukankah kita sewajarnya berbangga dengan hari Jumat?

Andainya mereka berimpian untuk membangun Haykal Sulaiman, sewajarnya kita mempertahankan Masjidil Aqsa sepenuh hati. Sekiranya panji Yahudi menjadi lembayung kekuatan mereka, maka kita wajib berperang melawan mereka di bawah bendera Islam. Panji Laa Ilaaha Illallah... Jihad fi sabilillah... sampai titik darah penghabisan.

Dinda, kecintaan terhadap bumi Al Quds ini sewajarnya perlu ada dalam lubuk hati setiap orang beriman. Sewaktu pembukaan Mekah, hanya dua nyawa saja yang berkorban, namun untuk membebaskan bumi Al Quds, ribuan nyawa telah syahid untuk mengadukan kekejaman dan kebiadaban manusia kepada Allah.

Dinda, mengapa Masjidil Aqsa menjadi kiblat pertama dalam Islam? Mengapa bumi ini yang dipilih Allah sebagai bumi pertama untuk mendapat kefardhuan shalat?

Mengapa 16 bulan lamanya Allah mengarahkan Rasulullah dan umat Islam mengadapkan wajah mereka ke arah Masjidil Aqsa sedangkan di kala itu Masjidil Aqsa di dalam pemerintahan orang Kristen?

Mengapa tidak dihadapkan saja wajah mereka ke arah Masjidil Haram? Bukankah Allah berkuasa untuk mengangkat Rasulullah secara langsung dari Masjidil Haram di Mekah dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj?

Akan tetapi mengapa Allah sengaja 'menperjalankan' baginda ke Masjidil Aqsa terlebih dahulu? Pasti ada sesuatu yang hebat mengenai masjid ini. Betapa Allah mengetahui bahwa pada zaman ini, banyak manusia melupakan Masjidil Aqsa dalam diri mereka.

Dinda, ingatkah kau akan peperangan Mu'tah? Peperangan yang menghimpunkan tiga panglima serangkai. Peperangan untuk melawan kerajaan Romawi yang menguasai Al Quds.

Sebuah peperangan di mana tiga panglima sekaligus gugur sebagai syahid seperti mana ramalan Rasulullah, "Jika Zaid bin Haritsah gugur, Ja'far bin Abi Talib penggantinya, dan jika Ja'far gugur, Abdullah bin Rawalah penggantinya". Kekuatan musuh adalah sebanyak 200.000 orang melawan 3.000 orang tentara muslim. Seorang tentara Islam harus melawan sekurang-kurangnya 67 orang musuh. Dapat kau bayangkannya Dinda? Berlawan dengan lautan manusia.

Namun bergema kalimah jihad dari bibir Abdullah bin Rawalah, "Wahai saudara-saudaraku sekalian! Kenapa kita tidak menyukai mati syahid yang menjadi tujuan kita berangkat ke medan peperangan ini? Peperangan kita tidak bergantung kepada bilangan anggota pasukan atau besarnya kekuatan, tetapi semata-mata karena agama yang dikurniakan Allah kepada kita. Karena itu marilah kita maju! Tidak ada pilihan lain kecuali satu dari dua kebaikan yaitu menang atau mati syahid!". Maka gugurlah mereka bertiga sebagai syuhada'.

Keinginan untuk berada di taman-taman syurga dan dikelilingi oleh bidadari menjadi motivasi yang menjadikan mereka merindui syahid. Malah, keinginan mereka yang paling tinggi adalah untuk bertemu Allah, Rabb sekalian alam. Tahukah engkau wahai Dinda siapakah insan-insan yang telah terkorban?

Zaid bin Haritsah, anak angkat yang begitu disayangi Rasulullah sehingga terekam kisah yang melarang memberikan "bin" atau menisbatkan seseorang kepada selain bapa kandungnya sendiri di dalam Al Quran.

Siapa lagi yang terkorban? Ja'far bin Abi Talib! Sepupu yang bersama Rasulullah dalam suka duka perjuangan. Peperangan Mu'tah membuat Rasulullah mengugurkan butir-butir air mata.

Namun, sadarkah kita mengenai pentingnya Al Aqsa? Alangkah Rasulullah sendiri sanggup menghantar orang yang dikasihi ke perbatasan perang untuk membebaskan Al Quds. Anak dan sepupu yang sangat disayangi.

Bagaimana pula dengan kita? Apa yang telah kita korbankan untuk Al Aqsa? Betapa hebat sejarah Islam. Namun, kesadaran pemuda dan remaja kini memandang enteng terhadap kehandalan para panglima Islam bagai hembusan angin yang tidak dihiraukan.

Di bibir mereka meniti nama-nama yang hanya ada di alam fantasi. Pikiran dan benak mereka juga disuntik oleh doktrin Zionis yang ingin melihat Islam terkubur di dunia ini. Zionis yang hanya ingin melihat Al Aqsa diganti dengan Haykal Sulaiman. Mereka berusaha setiap menit dan setiap saat untuk menghancurkan Al Aqsa. Terowongan digali untuk merobohkan Masjid Al Aqsa dengan sendirinya.

Paling membuatkan hati tersayat, adalah melihat sikap berdiam diri umat Islam sedunia. Umat Islam begitu membisu memandang isu ini. Berdosalah apabila membiarkan Masjid Ibrahimi dibagi dua, satu pertiga dijadikan masjid dan dua pertiga dijadikan kuil. Berdosalah karena membiarkan masjid Ibrahimi dibakar di mana lebih dari 60 jemaah terkorban. Berdosalah karena membiarkan lebih 1.200 masjid dirampas dan dijadikan kandang kambing, tempat perzinaan dan juga tempat berpesta. Berdosalah apabila membiarkan saudara seislam dizalimi, diperkosa dan disembelih.

Rasulullah telah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Tsauban : Hampir saja seluruh bangsa dari setiap penjuru dunia, berebutan terhadap kamu, sebagaimana orang-orang yang makan berebut terhadap mangkuk makanannya. Para sahabat bertanya, "Apakah jumlah kita sedikit pada masa itu wahai Rasulullah?". Baginda menjawab, "Bahkan pada saat itu jumlah kamu sangat banyak, tetapi wujud kamu tidak ubah seperti buih air bah, sesungguhnya Allah akan mencabut rasa takut dari dada musuh-musuhmu terhadap kamu dan akan melemparkan rasa wahn ke dalam hati kamu". Para sahabat bertanya, "Apakah wahn itu wahai Rasulullah?". Baginda menjawab, "Cinta dunia dan takut mati".

Benar ramalan Rasulullah itu. Hari ini, banyak umat Islam yang telah dijangkiti penyakit wahn sehingga ukhuwah sesama mereka terlalu rapuh. Tidak dapat membedakan di antara isu bangsa dan agama. Bukankah Islam tidak membedakan yang mana Arab dan yang mana bukan? Bukankah kita telah diikat dengan ikatan ukhuwah di bawah panji Islam?

Di mana mau dicari pejuang-pejuang seperti Imaduddin Zanki? Di mana mau mencari pejuang seperti anaknya, Nuruddin Zanki yang bercinta dengan shalat malam?

Di mana mau mencari seorang kurdi seperti Salahuddin Al Ayyubi, yang melatih dan mengumpulkan kekuatan ketentaraan selama 33 tahun sehingga tidak sempat menunaikan haji semata-mata karena Al Quds?

Bilakah sejarah peperangan Yarmuk akan berulang? Tentara Romawi yang berjumlah 240.000 orang dengan peralatan yang hebat, bekal yang cukup dan pengalaman perang berpuluh tahun bisa dikalahkan oleh tentara Islam yang hanya berjumlah 39.000 orang yang memiliki peralatan ketentaraan yang sangat sederhana.

Rahasianya adalah apa yang pernah diucapkan oleh seorang tua di hadapan Kaisar Heraklius,

"Wahai tuanku, kekalahan kita adalah disebabkan musuh yang kita hadapi adalah suatu kaum yang bangun beribadah di waktu malam dan berpuasa di siang hari. Mereka juga adalah kaum yang berperang pada janji, menyuruh mengerjakan yang baik dan melarang dari berbuat perkara yang munkar dan saling menjalin ukhuwah di antara mereka. Sedang yang menyebabkan kita kalah ialah tabiat suka minum arak, berzina, senantiasa berbuat yang haram, melanggar janji, selalu marah, menganiaya, menyuruh mengerjakan perkara yang dimurkai Allah, melarang berbuat perkara yang diridhai Allah dan membuat kerusakan di muka bumi".

Dinda, kekuatan yang menakutkan bagi pihak musuh adalah kekuatan taqwa. Bukan fisik maupun penampilan yang akan menimbulkan ketakutan.

Khalifah Umar mengambil kunci gerbang kota Al Quds hanya dengan berjalan kaki dan memakai pakaian yang memiliki 17 tambalan. Namun mush takut dan gentar dan mematuhi Perjanjian Umariah. Dia bukan saja ditakuti musuh bahkan dia merupakan salah seorang sahabat Rasulullah yang paling ditakuti oleh iblis dan syaitan. Wahai Dinda, jahitlah pakaian taqwa dalam dirimu serta mujahid dan mujahidah kita.

Dinda, tanamkan benih kecintaan dalam diri anak-anak kita akan kecintaan terhadap Al aqsa. Ingatkan mereka bahwa Al Aqsa adalah sebuah tanah wakaf yang menjadi milik umat Islam. Sebuah tanah wakaf tidak mungkin menjadi milik musuh-musuh Islam.

Berilah mereka kefahaman yang sebenarnya mengenai Al Quds, sebuah tanah suci yang tidak boleh dipijak bahkan hanya oleh seorang kuffar pun. Sematkan dalam diri mereka mengenai setiap seri peperangan untuk membebaskan Al Aqsa seperti perang Khaibar, peperangan Mu'tah, pengutusan pasukan Usamah bin Zaid, peperangan Ajnadain, peperangan Yarmuk dan peperangan lainnya, agar mereka mengerti bumi ini adalah bumi para syuhada' yang telah berjuang bermati-matian dalam usaha membebaskan bumi isra' dan mi'raj ini.

Kabarkan kepada mereka akan bahaya yang menimpa Al Aqsa agar mereka mengerti penderitaan hati saudara seislam mereka di bumi ini.

Bumi ini telah lama berdarah. Bumi ini telah lama terluka. Bumi ini menanti fajar baru untuk terus bernyawa. Semoga doa mampu memberi kekuatan kepada saudara seislam kita yang telah lama berduka.



Sumber: Majalah Mutiara Amaly vol 58

0 komentar:

Posting Komentar

Komentarlah dengan Bijaksana

Bookmarks