twitter


A. SYUBHAT PERTAMA : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL

Syubhat ini menyatakan, gejolak nafsu seksual pada setiap manusia adalah sangat besar dan membahayakan. Ironinya, bahaya itu timbul ketika nafsu tersebut ditahan dan dibelenggu. Jika terus menerus ditekan, ia bisa mengakibatkan ledakan dahsyat.

Hijab wanita akan menyembunyikan kecantikannya, sehingga para pemuda tetap berada dalam gejolak nafsu seksual yang tertahan, dan hampir meledak, bahkan terkadang tak tertahankan sehingga ia lampiaskan dalam bentuk tindak perkosaan atau pelecehan seksual lainnya.


Beberapa Karakteristik Wanita Muslimah


Rasulullah saw. bersabda: "Sebenarnya wanita itu adalah saudara kandung laki-laki." (HR Abu Daud) Umar ibnu Khattab berkata: "Demi Allah, pada zaman jahiliah kami menganggap wanita itu tidak ada artinya sampai turun ayat Allah mengenai wanita dan memberinya bagian tertentu." (HR Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain Umar berkata: "Pada zaman jahiliah kami tidak menghargai wanita sedikit pun. Tetapi tatkala Islam datang dan Allah menyebut-nyebut tentang mereka, barulah kami sadar bahwa mereka mempunyai hak pada kami." (HR Bukhari)

A.         KEMANDIRIAN KARAKTER WANITA

1.           Bersama Laki-laki Wanita Menerima Seruan Allah Sejak Hari Pertama
Abu Hurairah berkata: "Ketika Allah menurunkan ayat Wa andzir 'asyiaratakatul aqrabin (peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat), Rasulullah saw. berdiri lalu berkata: 'Hai orang-orang Quraisy, belilah diri kalian, aku tidak bisa membantu kalian dari siksa Allah sedikit pun. Hai Bani Abdi Manaf, aku tidak bisa membantu kalian dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Abbas bin Abdul Muttalib, aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Shafiyyah, bibi Rasulullah, aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah sesukamu uang/hartaku, tetapi aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun.'" (HR Bukhari dan Muslim)


Exsistensi Rohaniah Manusia Hanya Dapat Berkembang Baik Dalam Kehidupan Bermasyarakat Secara Ilmiah Ilahiah

Dalil: Surat Al-Mu'minun, ayat 52:
"Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan aku adalah Tuhanmu maka bertaqwalah kepadaKu."

Dalil, Hadits Rasulullah, Muhammad s.a.w.:
"Tiap-tiap anak yang dilahirkan, dalam fithrah (suci bersih), sehingga dia pandai berkata-kata, maka ibu-bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi."

Anak-anak manusia yang dipelihara serigala, atau orang hutan sejak bayi secara jasadiah dapat berkembang dan menjadi besar. Akan tetapi secara rohaniah dia tidak berkembang menjadi manusia. Sistem fikir dan akhlaknya tidak berkembang. Sebagai anak manusia dia memang tetap mempunyai otak dan hati. Otak yang dimilikinya itu secara jasadiah, dalam pengertian gumpalan darah dan daging tetap bertumbuh. Tetapi otak sebagai perlengkapan untuk berfikir tidak berfungsi.


Sebuah Cerpen Karya Emha Ainun Najib

Dipublikasi pada Friday, 17 September 2004 oleh ephi

Di Zawiyyah Sebuah Masjid Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.
Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren.
"Agar manusia di muka bumi ini memiliki alat dan cara untuk selamat kembali ke Tuhannya," berkata Pak Kiai kepada santri pertama, "apa yang Allah berikan kepada manusia selain alam dan diri manusia sendiri?"
"Agama," jawab santri pertama.
"Berapa jumlahnya?"
"Satu."
"Tidak dua atau tiga?"
"Allah tak pernah menyebut agama atau nama agama selain yang satu itu, sebab memang mustahil dan mubazir bagi Allah yang tunggal untuk memberikan lebih dari satu macam tuntunan."

Bookmarks