0
komentar
Posted in
Label:
Keluarga
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Setelah masa cutinya selesai, pada satu kesempatan luang kami bertemu dan diapun kembali mengeluarkan uneg-uneg. Mengingat kesibukannya saat mengurus anak pertama, dia jadi teringat mata kuliah tentang feminisme semasa kuliah dulu. Itulah sebabnya ia kemudian mengirimkan sms berisi pertanyaan diatas kepada saya.
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Bila masa itu tiba, dan engkau ingin dilihat olehnya, maka persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya biarkan ia melihatmu, jangan engkau tutupi segala kekurangan yang ada padamu karena itu akan membawa penyesalan nantinya. Adapun kelebihan yang ada pada dirimu maka pertahankanlah, jadilah dirimu sendiri, inilah aku apa adanya, semoga engkau menjadi suka padaku karena Allah semata.
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Sahabat, sering kita dengar ungkapan tersebut. Namun diam seperti apakah yang akan menjadi emas? Tentu bukan diam karena tidak tahu, diam karena lemah, diam karena pasrah, atau diam karena menyerah kalah. Menjadi muslimah diam? Diam apakah yang akan menjadikan seorang muslimah menjadi pribadi unggulan yang dijadikan sebagai figur dambaan umat?
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Rasulullah sebagai manusia pilihan Allah, sangat peduli terhadap muslimah. Beliau sangat menyayangi muslimah sehingga beliau berpesan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Tidaklah seorang muslim yang mempunyai anak dua orang perempuan kemudian ia berbuat baik dalam berhubungan dengan keduanya akan bisa memasukannya ke dalam surga."
0
komentar
Posted in
Label:
Keluarga
Lunglai...
Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih
tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru
saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu
bibirnya melafadzkan hamdalah.
Tak lama, sosok mungil itu ada di dalam
dekapan. Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang, padahal dirinya
sendiri masih tampak lelah. Terlihat matanya berbinar-binar senang seraya tak
henti-hentinya menyapa buah hati tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari
sudut mata, air mata bahagia.
Bagai melepas kerinduan yang teramat dalam,
pipi yang masih kemerah-merahan itu dicium dengan lembut dan kepalanya dibelai
dengan manja. Yang dirindukan pun sedikit menggeliat. Subhanallah, betapa
indahnya ciptaan-Mu, ya Allah. Mata kecilnya memang belum bisa melihat dengan
sempurna, namun nalurinya berkata, dirinya berada di tangan seseorang yang
sangat mencintainya.
0
komentar
Posted in
Label:
Keluarga
Dimanapun engkau,
Dan dalam keadaan apapun,
Berusahalah dengan
sungguh-sungguh
Tuk menjadi seorang pencinta
Tatkala cinta
benar-benar tiba
Dan menyelimutimu
Maka selamanya kau akan menjadi
seorang pencinta.
(Kearifan cinta, Jalaluddin Rumi)
Ketika
melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya
hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu
mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh
makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabat yang
tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang.
Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu
sendiri". Aih...
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
"Ikhwan-nya menikah ama motor sich, makanya gak nikah-nikah. Bikin kita gelisah
dalam penantian." Begitulah selentingan yang terdengar di kalangan akhwat di
daerahku. Dan kebetulan selentingan itu kedengar juga di telingaku, maka dengan
berlagak sebagai tim pencari fakta, kucoba mengkorek beberapa ikhwan yang secara
nggak langsung "tertembak" dengan ungkapan tersebut.
***
"Coba
pikir dech akh, kayaknya gak adil mereka menyalahkan kita yang menunda
pernikahan karena harus melunasi cicilan motor. Motor ini kan sarana dakwah kala
kita dituntut untuk mobilitas tinggi. Kalau gak ada motor kan susah kemana-mana,
kegiatan terhambat, ongkos transportasi melunjak dan lain-lain. Sekarang kan
antum bisa lihat dengan ane punya motor kan banyak aktifitas dakwah yang
kepegang, bener kan akh." Itu kata ikhwan yang memang menjadikan kos-kosanya
sebagai rumah singgah kala butuh mandi dan ganti baju saja. Selebihnya selalu di
luar rumah untuk urusan dakwah, dari TPA, RISMA, Kepanduan, dan seabrek kegiatan
lainnya.










