Seperti yang kita harapkan, Timur Lenk bertanya pada Nasrudin, "Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, Mullah ?"
Seperti yang kita harapkan, Timur Lenk bertanya pada Nasrudin, "Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, Mullah ?"
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
Dulu, Nur paling benci bila dikatakan bagai flamboyan. Pohon yang tinggi tegar berbunga kecil yang mudah gugur, ibarat gadis angkuh yang mudah patah hati. Hush, tidak boleh mencela makhluk Tuhan.
Si Mas bilang, “Mungkin kamu memandangnya dari sudut yang berbeda. Bagi saya, flamboyan itu memberi kesejukan. Coba kalau seisi taman dipenuhi mawar. Bagaimana kita bisa duduk sambil berteduh seperti hari ini.”
Ah si Mas bisa saja. Biasanya Nur mendebat dengan berbagai argumen. Tapi ujungnya sama saja, si mas akan bilang “Saya kan tidak bilang kalau kamu seperti flamboyan.” Biasanya lagi, Nur masih memprotes juga.
0
komentar
Posted in
Label:
Senyum
Anak lelaki itu menjawab,''Domba-domba ini bukan milikku, tapi milik tuanku.''
Untuk mengujinya, Umar berkata lagi,''Engkau kan bisa katakan kepadanya bahwa seekor srigala telah menerkam seekor domba. Tuanmu tak akan tahu.''
0
komentar
Posted in
Label:
Senyum
Ketika menjadi khalifah, istri Umar mendandani budak perempuan hingga sangat cantik dan tak bisa dikenali. Budak itu dikirimkan kepada Umar bin Abul Aziz. ''Ia kuberikan kepadamu untuk melayanimu, Wahai Amirul Mukminin.''
Umar lantas bertanya,''Dari mana engkau mendapatkannya?''
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Kuliah. Ujian. Naik tingkat.
Hidup. Ujian. Penghapusan dosa. Peningkatan derajat.
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al Ankabuut : 2)
Ujian. Kadang datang bagaikan palu godam yang menghantam. Kadang berupa beban menggayut di pundak. Kadang pula serasa menekan menyesakkan dada. Dunia gelap. Cahaya redup berpendar-pendar.
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Ketika sedang bermain-main di tengah hutan, tak jarang sang anak angsa memandang iri kepada kerumunan para angsa yang sedang berenang di tengah danau dan berharap di dalam hati seandainya saja ia mampu berenang dan menikmati indahnya danau seperti para angsa tersebut.
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
0
komentar
Posted in
Label:
Puisi
bila kau mau dan mampu
lukislah sebuah senyuman di bibirmu
karena itu indah
bak mentari pagi yang memberikan keceriaan hati
laksana langit senja yang pamit menghadirkan ketenangan angkasa dengan bulan dan gemintang
bagi yang memandang
0
komentar
Posted in
Label:
Puisi
Sekuntum mawar dalam sebuah harapan
Mekar di pagi hari menyambut datangnya mentari
Semerbak sepanjang hari tuk meramaikan suasana taman hati
Tak layu di malam hari bersama purnama yang menerangi bumi
Kurindukan......
Sekuntum mawar dalam genggaman
Kelopaknya bukan gemerlap materi tapi kasih sayang Ilahi
Mahkotanya bukan kilauan intan permata tapi cahaya pekerti
Duri-durinya bukan kesombongan tapi pembenteng diri
0
komentar
Posted in
Label:
Puisi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim
Engkaulah yang Maha Pengasih
Engkaulah yang Maha Penyayang
Kepada Mu aku merayu
Kepada Mu aku mengadu
Betapa ku mengaku terlalu luas rezeki yang Engkau curahkan
Terlalu banyak nikmat yang Engkau limpahkan
Mataku, telingaku, mulut dan lidahku
Sepasang tanganku, sepasang kakiku
Nyawaku, nafasku hati dan perasaanku
Malah setiap helaian rambutku adalah nikmat dari Mu, Tuhanku
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
DihadapanMu aku bersujud
DihadapanMu aku bermunajat
Menginsafi atas segala kealpaan diri
Mengakui akan kelemahan diri
PadaMu aku bermohon
PadaMu aku mengadu
Agar diberikan kekuatan
Untuk aku terus berada di atas jalan yang diridhai
Walau ujian tidak pernah sunyi
Yang sering mengetuk diri
Mengingatkan aku untuk kembali kepadaMu
Kini ku sadar akan kelemahan diri
Harapan dan pergantunganku hanya padaMu Ilahi
Agar diri tidak bisa jauh dariMu
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim
Engkaulah pencipta segala apa yang ada di langit dan di bumi
Engkaulah yang Maha Besar
Engkaulah yang Maha Penyayang
Engkaulah yang Maha Pengasih
Segala-galanya milik MuYa Allah, Tuhan semesta alam
Ya Rahman, Ya Rahim,
Aku bersyukur kepada Mu, di atas kesempatan yang Engkau telah berikan untuk aku hidup di atas muka bumi Mu,
Aku bersyukur kepada Mu, di atas anugerah yang telah Engkau berikan kepada ku.
Aku bersyukur kepada Mu, di atas hidayah yang telah Engkau kurniakan kepada ku.
Aku bersyukur kepada Mu, di atas nikmat Islam yang telah Engkau berikan kepada ku.
Aku bersyukur kepada Mu, di atas kesempatan untuk aku mengenali dan menyayangi hamba-hamba Mu, walau pun untuk seketika.
Aku bersyukur kepada Mu, di atas segala-galanya yang tak terhitung banyaknya nikmat yang telah Engkau berikan.
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
Terima kasih Ya Allah... karena Kau telah mengizinkan aku untuk merasakan kehidupan lagi hari ini... sungguh, tidak dapat aku ucapkan dengan kata-kata indah sekali pun atas nikmatMu yang tidak terhitung banyaknya itu...
Ya Allah... mengapakah diri ini lemah, sedangkan aku merasa bahwa Kau senantiasa dekat denganku,.. aku merasakan kedatanganMu dalam setiap inci denyutan nadiku Ya Allah... namun mengapakah aku masih lemah seperti ini?
Ya Allah, aku merindukan kedamaian, jauh dari kesibukan dunia yang tidak terungkap lagi sekarang ini... aku rindukan kasih sayang, yang mungkin tidak ada sesiapa pun yang mampu memberikannya kepadaku melainkanMu Ya Allah...
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim...
Demi kemuliaan Rasul Mu saw kami merintih memohon keampunan dariMu. Di depan pintuMu yang mulia, dengan kemuliaan kekasihMu, kami berdiri dengan kehinaan, merayu padaMu agar dikurniakan kami sekeping hati yang mencintaiMu, yang mencintai Rasul Mu.
Kurniakanlah kecintaan yang meleburkan nafsu amarahku, kecintaan yang membuatku ibadah, kecintaan yang menggoncangkan kerinduan, sehingga tiada yang kami pandang pada alam ini melainkan segalanya adalah wajah Mu, Af'al Mu, Asma' Mu dan sifat Mu.
Demi Rasul Mu Muhammad saw yang terpuji, yang termulia di antara makhlukMu, yang paling tercinta di sisiMu, yang Engkau ciptakannya bagi sekalian alam, karena cintaMu padanya Engkau ciptakan Adam a.s...Sesungguhnya Engkau mengangkat kenabian sebelum ruh Adam a.s bersatu dengan jasadnya, yang dengannya Engkau merahmati sekalian alam, dan Nur al-Haq ini Engkau telah datangkan bagi segala urusan, menyatakan kerasulannya sebagai cahaya sekalian manusia.
Dari lautan ini ya Allah, kami mohon agar menitis pada hati-hati kami yang kering ini, yang kering dengan cinta, kering dengan kerinduan, kering dengan ketakutan, kering dengan keikhlasan, maka Kau basahkan hati kami ini dengan cinta ya Allah, dengan rindu, dengan ketaqwaan, kefakiran, keikhlasan, ridha, sabar, tawakal, zuhud, merasai kedekatanMu, kemanisan ibadah dan kemanisan persaudaraan.
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
Dia larut dalam samudera ayat Ilahi. Pada setiap ayat-ayat azab, tubuhnya bergetar. Air matanya mengalir. Neraka bagaikan menyala-nyala di hadapannya. Dan pada ayat-ayat nikmat dan syurga, embun sejuk dari langit terasa bagai menyelimuti sekujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangian yang suci dari syurga.
"fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha, qad aflaha man zakkaaha, wa qad khaaba man dassaaha..."
(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya...)
"Ilahi, kasihanilah hambaMu yang lemah ini. Engkau Maha Tahu atas apa yang menimpa diriku. Daku tidak ingin kehilangan cintaMu. Ya Ilahi, berilah padaku kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang memekar di dalam hatiku. Tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai. Inna solati wa nusuki wa mahyaya wa mamati Lillahirabbil-'Alameen."
***
0
komentar
Posted in
Label:
Mutiara Munajat
Ya Allah yang Maha Hidup lagi menghidupkan,
Ya Allah yang menguruskan segala-galanya,
aku berlindung pada kasih sayangMu,
hanya rahmat dan kasih sayangMu ku harapkan.
Janganlah Engkau serahkan diriku ini,
walau sekejap pada diriku sendiri,
Damaikanlah keseluruhan kehidupanku.
Ya Allah yang hidup, yang menguruskan segala-galanya,
Ya Allah yang melindung, dengan rahmatMu kumohon perlindungan,
peliharalah aku, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
"Puspa Thea, dimana dikau Mba'?, kenapa tak ada khabar beritanya?". Nisa
bertanya-tanya dalam hati seraya mencermati surat-surat sahabatnya. Sudah hampir
tiga bulan ini Mba' Pupu tak pernah lagi mengiriminya e-mail. Perlahan dibacanya
surat terakhir wanita lembut itu sebagai pelepas rindu.
Date: Sat, 13
Oct 2001
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pa khabar Sa? Mba' kangen banget
dech. Semoga Allah yang Maha Penyayang selalu melimpahkan kasih sayang-Nya buat
Nisa.
Sa.. pedih.. perih.. sakit.. rasanya kalau Mba' baca berita tentang
saudara-saudara kita di Afghan, rasanya Mba' ingin sekali berbuat sesuatu untuk
mereka, tapi.. Mba' cuma bisa berdo'a agar Allah yang Maha Kuasa menolong
saudara-saudara kita itu.
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa
MENJELANG hari H, Nania
masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu.
Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu
sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik
banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania.
Mereka ternyata sama herannya.
"Kenapa?" tanya mereka di hari Nania
mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk
di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di
kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja
pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon lima belas
watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak
melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun
yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari,
dia tak punya kata-kata!
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
"Nisa. Nisa datang ya. Kemaren aku dengar dari Mbak Titik.. Seneng kalo Nisa datang.. Nisa bawa apa? Bawa oleh-oleh ya. Mana.. mana oleh-olehnya?" ternyata tamunya Om Ron adik sepupu dari Ummi, dia memang selalu bergegas ke rumah bila Ummi mengabarkan tentang kedatanganku, dan seperti biasa ketika datang selalu diawali dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, dan untuk menyikapinya aku hanya tersenyum.
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Hawa,
Wahai Hawa,
Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan Islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu
musibah, karena hamil dianggap sebagai letak kerugiannya. Ibu-ibu cemas punya
anak perempuan karena mereka menganggap susah menjaganya dan takut hamil di luar
nikah baik karena 'kecelakaan' atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan
aborsi. Apalagi pada era kebebasan sekarang ini, tindakan aborsi menjadi
kebutuhan primer wanita aliran 'serba boleh'. Padahal, bagi yang tahu
rahasianya, jadi perempuan bener-bener oke lho...
Allah meletakkan tugas yang begitu mulia di atas pundak seorang wanita. Bukankah selain nabi Adam AS dan Siti Hawa, semua manusia di dunia lahir melalui perut seorang wanita? Wanita itu punya ciri khas. Dia memiliki rahim, tempat penyimpanan bakal manusia sebelum lahir ke muka bumi. 'Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim).' (QS. 77 : 21).
0
komentar
Posted in
Label:
Muslimah
Agama ini bukan saja tanggung jawab kaum lelaki. Dan pahala-pahalanya bukan saja
diberikan kepada kaum lelaki. Tetapi kaum wanita juga mempunyai tanggung jawab,
merujuk kepada ayat Al-Qur'an. Dan juga sahabiyah-sahabiyah, isteri para sahabat
juga berperan dalam agama. Kita bisa melihatnya dari kisah-kisah
mereka.
Banyak orang jahil mempunyai konsep atau pengertian yang salah mengenai Islam. Mereka tidak mengerti Islam. Dan mereka berpikir bahwa Islam sangat mendiskreditkan, merendahkan perempuan, tidak memberikan kesempatan kepada perempuan, mengekang wanita dengan tidak membolehkan bercampur, perempuan menjadi tidak bebas, dianggap rendah, dan sebagainya. Padahal agama adalah tanggung jawab wanita dan lelaki. Kita semua bersama-sama. Kita dapat melihat ini melalui sejarah Islam, saat tersebarnya Islam.
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Beberapa malam terakhir aku tidak bisa memejamkan mataku. Hatiku rasanya tak
menentu. Sendiri dalam keheningan malam, membuatku semakin merasa kecil, tak
bermakna dalam kehidupan ini. Tapi rasanya ada sebongkah batu yang menyesakkan
dadaku.
Kuambil air wudlu, ku bersujud, ku bersimpuh di hadapan Yang Maha Agung, Yang memiliki segalanya, Yang menguasai semua yang ada di dunia ini. “Adukanlah semuanya pada Allah, Dia yang akan menyelesaikan segalanya”, itu yang selalu dikatakan oleh sahabatku.
Sahabat, selalu hadir saat kita butuh pertolongan. Memang seharusnya “Cukuplah Allah sebagai penolongmu”, tapi mungkin karena ibadah kita kurang sehingga kita kurang dekat dengan Allah, maka Allah tidak langsung memberikan pertolonganNya. Atau terlalu banyak dosa yang kita perbuat, sehingga Allah menangguhkan pertolonganNya.
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Publikasi : 16/06/2005
Subhanallah. Air adalah sumber kehidupan. Firman Allah, "Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup..." (QS 21:30). Setiap yang hidup diciptakan dari air, artinya semua yang hidup memiliki fitrah air.
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
RASULULLAH adalah figur pribadi yang paling murah senyum di tengah-tengah para sahabat beliau. Beliau bahkan menjadikan senyum sebagai ajaran agama untuk melakukan penghambaan kepada Allah SWT.
Senyummu di hadapan saudara (seagama)-mu adalah sedekah.
Orang yang menelusuri perjalanan kehidupan Nabi SAW. akan menemukan bahwa beliau terkadang bercanda dan melontarkan humor. Tentu saja iu wajar, sesuai dengan kapasitas beliau sebagai figur yang menjadi rahmat yang dianugerahkan Allah kepada segenap manusia. Tentang beliau, Allah SWT. berfirman:
"Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran: 159)
0
komentar
Posted in
Label:
Keluarga
alhikmah.com -
Wahai sang suami ....
Apakah membebanimu wahai
hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri
tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!
Apakah membebanimu untuk
berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!
Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu,
mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Bukan karena ku berubah lemah,
Saat aku menangis di pangkuanmu ibu
Bukan pula ku jadi pengecut,
Saat aku adukan semua kesal dalam dadaku
Bukan pula ku tlah munafik,
Saat aku tak mampu jadi
pahlawan...
eramuslim - Benar apa yang dikatakan ustadz
Anis Matta, tak selamanya pahlawan berkubang dalam keemasan di setiap detik
hidupnya. Bahkan mungkin hanya ada satu momen besar dalam hidupnya. Sisanya...
berkisar kesedihan, jatuh, tertekan atau mungkin hidup yang datar saja. Karena
itulah manusia. Hamba yang diciptakan Allah penuh dengan keluh kesah dalam
hidupnya. Bila ujianNya berhasil dilalui layaklah dia menjadi bintang, atau
paling tidak tergores namanya di sudut-sudut langit.
Seorang penulis
terkenal misalnya. Dengan lentik-lentik jemarinya yang menari diatas tuts
keyboard komputer, dia bisa merayu manusia menuju kebaikan, dia mampu kobarkan
semangat jihad para pejuang, bahkan diapun dapat meruntuhkan jiwa-jiwa pendosa.
Tapi, suatu ketika kelak mungkin, dalam hidupnya hamba hadir cobaan hingga jiwa
yang begitu tinggi di mata pembaca menjadi lemah di hadapan seorang teman
sejati. Naifkah?
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
Penulis: Jimmi Abdullah
Sebuah kisah nyata seperti yang di utarakan oleh Drs. Umar Ali Yahya dan Syarifuddin. Ukhuwah intinya 'MEMBERI'. Memberi tanpa mengharapkan balasan Dan mengharap balasan hanya dari Allah SWT.
Ukhuwah dan keimanan seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, maka dari itu jika salah satu tidak ada maka yang lainnya pun sirna. Tingkat ukhuwah terendah ialah bersih hati dan berbaik sangka pada saudaranya sedangkan tingkat ukhuwah tertinggi ialah mendahulukan saudaranya daripada dirinya [Drs. Umar Ali Yahya].
Alkisah disebuah Madrasah Tsanawiyah di daerah Bangka Jakarta Selatan, berkumpul sekelompok anak-anak sekolah yang sedang istirahat mengerumuni abang penjual rujak, rupanya siang itu anak-anak sedang membeli rujak.Diantara sekumpulan anak-anaktersebut terdapatlah seorang anak bernama Ubaidurrahman (Ubay) yang saat itu ingin sekalimembeli rujak namun uangnya ketinggalan di kelas.Keinginan Ubay itu ditangkap oleh temannya Hamad tanpa terlewat sedikitpun. Saat itu Hamad pun sebetulnya ingin membeli rujak juga, namun uangnya tinggal seribu rupiah saja, dan itupun untuk ongkos pulang.
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
Penulis: Humaira
“Ini siemens model terbaru, bagus lo Mbak, polyphonic lagi, yg pasti suaranya
bagus banget...atau mbaknya mau ini nokia yang paling baru, atau mau yang ini
samsung......”, sejak tadi mbak penjual begitu antusias menawariku dengan
berbagai model Hp terbaru. Saat aku lihat daftar harga yg terpampang di
situ..ups..mana cukup uang yang ada di sakuku.
Aku jadi menggaruk-garuk
kepala sendiri, terlebih mengingat pesan-pesan Teteh-teteh di kostan.
“Dila..jangan beli merk ... karena..., jangan beli merk ini karena itu ...”. Aku
mendesah panjang, sedih kalo punya sifat ‘nggak gampang memutuskan sesuatu’
begini, mau memutuskan beli ini dipikirkan panjanggg dan lamaa, akhirnya nggak
jadi, mau yang ini dicari kelebihan kekurangannya sampai sedetil-detilnya,
akhirnya nggak jadi juga. Aduh Dila, cepetan putuskan!! Akhirnya aku memutuskan
membeli Sony Ericsons yang mungil itu. Bismillah, semoga ia membawa berkah bagi
kehidupanku.
Aku sudah berkawan lebih dari 3 bulan dengan sahabat baruku
itu dan selama itu semuanya serasa menyenangkan. Namun, akhir-akhir ini aku jadi
terganggu dengan dering nyanyiannya di tengah malam. Teteh-teteh di kostan
protes semua kepadaku. Seperti malam
itu.....
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
By. Mawar_WS
Kau menyayangiku, itu sering kau ungkapkan. Bahkan orang-orang yang mengenal
kita tahu bahwa kita saling menyintai, saling menyayangi. Tak jarang orang salah
kaprah melihat kebersamaan kita. Kau dikira ade kandungku dan orang mengiraku
kakak kandungmu. Padahal kita tak pernah tatap muka sekalipun. Andai mereka
memahami, bahwa kita lebih dari sekedar kata “Kandung”. Kita adalah sodara
seaqidah dimana persaudaraan seperti ini akan lebih terasa indah dan bermanfaat
dibandingkan kata “kandung”, mungkin juga karena miskinnya kita menerapkan rasa
kasih dan sayang serta cinta pada keluarga sendiri.
Adeku sayang,
menjauhlah dari hidupku! Kalau kau TERLALU menyayangiku. Mba tak lagi ingin
mendekat denganmu sayang. Mengapa ? Satu jawaban yang pasti, “Mba takut Alloh
cemburu dan menjauh darimu!” Ade mengertikan apa yang mba maksud ?
0
komentar
Posted in
Label:
Oase Iman
KotaSantri.com - Customer Service (CS) : Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P) : Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal
cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS : Ya,
saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P : Baik, saya tidak
mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang
harus saya lakukan dahulu?
CS : Langkah pertama adalah membuka HATI
anda. Tahukan anda di mana HATI anda?
P : Ya, tapi ada banyak program
yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara
program-program tersebut aktif?
0
komentar
Posted in
Label:
Senyum
Mengingat
harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh
karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang
kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat
Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.
''Pak
Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari
saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup.
Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,'' keluh si
pemuda.
''Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu.
Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!'' Jawab sang
kiai.
''Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba
naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana
saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?''
''Ya tentu saja tetap dari Allah,
pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah
beribadah.''
0
komentar
Posted in
Label:
Sastra
Penulis: Grifingga Shintamaya Putri (grifinggasp@hotmail.com)
Hidup itu indah
Jika Allah selalu di hati
Karena Allah...
Membaguskan
yang buruk
Menyembuhkan yang sakit
Melapangkan yang sempit
Mengayakan
yang miskin
Meringankan yang berat
Hingga hidup menjadi indah
Seindah
ciptaanNya..
0
komentar
Posted in
Label:
Puisi
Publikasi : Fri, 24 Jun 2005
Dalam terdamparnya jiwa yang ramai menjadi sunyi...
Kutemukan Cinta...
Cinta itu begitu melekat pada sapuan pandangan...
hinggga tiap sudutnya termakna ketulusan yang membunga jiwa
Begitu cantiknya Cinta itu terlihat, seolah Sahara bagai Swarga
Dan begitu selaras bilur Cinta itu terasa, hingga meruah menjadi makna
0
komentar
Posted in
Label:
Puisi
Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang
indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetaplah dingin, hanya
suasana yang lebih indah mewarnainya
Dihadapan orang yang kau
cintai,
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau
sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja




